I. Tauhid:
Tauhid berasal dari kata Ahad, yang berarti satu. Ahad merupakan salah satu dari 99 nama yang merupakan sifat-sifat wajib Allah SWT. Tauhid berarti meng-esakan, yakni ilmu yang mempelajari tentang keesaan Allah SWT. Mereka atau siapapun yang mengakui keesaan Allah SWT, mereka dinamakan penganut Tauhid, serta pemeluk agama Islam. Sekalipun mereka lahir sebelum tiba syariat Islam yang dibawa oleh Rasullullah Muhammad SAW. Mereka ini beriman kepada Allah dan Rasulullah yang ada pada saat itu. Selain daripada itu, mereka dinamakan musyrik, yakni mereka yang mengingkari keesaan Allah SWT, atau menyekutukan (musyrikin) Allah Swt. dengan yang lain. Sikap musyrik adalah dosa yang paling besar, oleh karena itu harus dijauhi dan diberantas.
Islam merupakan ajaran agama yang bersifat rahmatallil’aalamiin, untuk seluruh alam. Islam diturunkan dalam bentuk ajaran tauhid kepada Rasulullah sejak Adam AS. hingga yang paling akhir kepada Muhammad SAW.
Inti dari ajaran Islam adalah Rukun Islam dan Rukun Iman. Rukun Islam terdiri dari:
a. Mengucapkan dua kalimah syahadat
b. Mendirikan sholat lima waktu
c. Berpuasa di bulan Ramadhan
d. Membayarkan zakat
e. Menunaikan haji bila mampu (kewajiban haji hanya sekali seumur hidup)
Sedangkan Rukun Iman terdiri dari:
a. Iman kepada Allah SWT.
b. Iman kepada malaikat Allah SWT.
c. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT.
d. Iman kepada Rasul-rasul allah SWT.
e. Iman kepada hari akhir (hari kiamat)
f. Iman kepada qodho’ dan qodar (ketentuan atau takdir Allah SWT terhadap makhluq-Nya, baik yang telah ditetapkan maupun yang belum dan akan ditetapkan kemudian)
Rasulullah Muhammad SAW lahir di kota Makkah pada hari Senin, tanggal 12 Rabi’ul Awal Tahun “Gajah”, yakni tahun di mana terjadi serangan pasukan gajah dari kerajaan Ethiopea di bawah pimpinan Raja Abrohah. Namun mereka dibasmi oleh burung Ababil yang membawa batu-batu panas. Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan lahirnya Rasulullah Muhammad SAW, tepatnya pada tahun 570 M.
Muhammad SAW. lahir dari ibunya yang bernama Aminah, sedangkan ayahnya bernama Abdullah. Di waktu masih bayi, ia diasuh oleh ibu Halimatus Sya’diyah. Karena ayah dan ibunya meninggal sebelum ia beranjak besar, Muhammad kemudian diasuh oleh kakeknya Abdul Mutholib. Namun tidak lama kemudian Abdul Mutholib menyusul wafat, sehingga ia diasuh oleh pamannya Abu Tholib.
Pada usia 25 tahun, Muhammad SAW menikah dengan Khadijah. Kemudian Muhammad SAW. menikah dengan Aisyah, setelah Khadijah wafat. Pada usia 40 tahun, Muhammad SAW menerima wahyu Allah Swt. untuk pertama kalinya, yang dibawa oleh malaikat Jibril AS. Pada saat itu pulalah ia menjadi Rasul (tahun 613 M). Setelah berdakwah selama 9 tahun, Muhammad SAW bersama para sahabatnya hijrah ke Madinah. Hal ini terjadi pada tahun 622 M.
Peristiwa ini dijadikan penanda bagi tahun Islam, yakni tahun Hijriyah, yang diawali dari momen penting tersebut.
Setelah berdakwah selama 23 tahun, Rasulullah Muhammad SAW. wafat, pada usia 63 tahun, yakni pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal 10 H atau 8 Juni 632 M. Selanjutnya dakwah beliau diteruskan oleh para sahabat terdekatnya, sebagai khalifah, penerus Nabi. Mereka adalah:
a. Abu Bakar Asy-Shiddiq
b. Umar bin Khottob
c. Utsman bin Affan
d. Ali bin Abi Tholib
II. Kemuhammadiyahan:
Muhammadiyah didirikan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912, di Yogyakarta, oleh K.H. Ahmad Dahlan, yang nama kecilnya adalah Muhammad Darwis. Badan otonom dalam Muhammadiyah adalah:
1. Aisyiyah, bergerak di bidang pembinaan keluarga, khususnya bagi kaum ibu
2. Nasyi’atul Aisyiyah, merupakan perkumpulan remaja putri Muhammadiyah
3. Pemuda Muhammadiyah, merupakan wadah pembinaan para pemuda Muhammadiyah, baik remaja maupun dewasa
4. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), organisasi siswa intra sekolah OSIS dalam lingkungan SMP dan SMU/SMK/SPK Muhammadiyah.
5. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), perkumpulan para mahasiswa Muhammadiyah baik putra maupun putri
6. Hizbul Wathon (HW), organisasi kepanduan Muhammadiyah (scout, pioneer) yang didirikan lebih dulu sebelum ada Praja Muda Karana (Pramuka). Pandu HW didirikan pada tahun 1918, sedangkan Pramuka pada tahun 1961.
7. Tapak Suci, organisasi bela diri Muhammadiyah yang berdasarkan ajaran Islam
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada saat ini adalah Prof DR. Dien Syamsuddin. Sedangkan Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Timur adalah Prof DR. Fasichul Lisan.
III. Ketapaksucian:
Tapak Suci merupakan badan otonom dalam Muhammadiyah. Tapak Suci didirikan pada tanggal 9 Rabi’ul Awwal 1383 H/1 Juli 1963 M, di kota Yogyakarta, tepatnya di Kampung Kauman, oleh aktifis Pemuda Muhammadiyah, terutama Mohammad Barie Irsyad. Nama resminya adalah Perguruan Seni Bela Diri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Keilmuan Tapak Suci bersumber dari bela diri pencak silat aliran Banjaran, yang berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Perintis keilmuan Tapak Suci adalah K.H. Busyro Syuhada’, yang mendirikan Perguruan Silat Cikauman pada tahun 1925, dalam bentuk sebuah pesantren. Mohammad Barie Irsyad, merupakan salah seorang santri Pesantren Cikauman yang diasuh oleh K.H. Busyro Syuhada’.
Struktur organisasi Tapak Suci:
1. Pimpinan Cabang = di tingkat tempat latihan
2. Pimpinan Daerah = di tingkat Dati II/Kabupaten/Kotamadya
3. Pimpinan Wilayah = di tingkat Dati I/Propinsi
4. Pimpinan Pusat = di tingkat Nasional
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Perguruan Tapak Suci pada saat ini adalah Mayjen. Purn Muchdi PR., sedangkan Ketua Umum Pimpinan Wilayah (Pimwil/PW) Jawa Timur adalah Drs. Ruba’i, adapun Ketua Umum Pimpinan Daerah (Pimda/PD) Surabaya adalah Ir. Sudarisman.